Aspal Pertamina Digunakan pada Sirkuit Balap

Rabu, 04 Agustus 2021
aspal pertamina dipakai untuk kontruksi jalan sirkuit

Pertamina sebagai perusahaan energi tidak hanya memproduksi bahan bakar minyak (BBM) untuk berbagai jenis kendaraan, tetapi juga memproduksi berbagai produk Petrokimia, salah satunya aspal atau bitumen. Selain digunakan untuk aplikasi konstruksi jalan raya, aspal Pertamina juga digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan sirkuit balap, yaitu Sirkuit Sentul dan Sirkuit Mandalika.

Penyelenggaraan event balap mulai dari drift, offroad, drag race, dan sebagainya tentu membutuhkan fasilitas penting berupa sirkuit balap yang memadai dan bisa mengakomodasi kebutuhan ajang balap tersebut.

Sirkuit Internasional Sentul di Bogor, Jawa Barat merupakan salah satu satu sirkuit balap yang sering digunakan sebagai ajang balap motor berskala nasional hingga internasional. Sirkuit dengan panjang lintasan sekitar 4 kilometer dan lebar lintasan 15 meter ini rutin mendapatkan perawatan untuk menjaga keandalan dan kestabilan lintasan.

Dalam proyek ini, aspal Pertamina digunakan untuk pemeliharaan lintasan jalan aspal terutama untuk lintasan lurus. Diperkirakan seluruh total lintasan menggunakan sebanyak 4.000 metric ton (MT) aspal hotmix.

Selain itu, Pertamina juga turut berkontribusi dalam pembangunan sirkuit Mandalika yang akan menggelar kontes balap motor tertinggi di dunia. Pagelaran MotoGP Mandalika, Lombok yang rencananya akan digelar pada tahun 2021 ini sudah menjadi perhatian banyak masyarakat dan juga perusahaan sejak lama untuk terus memberikan yang terbaik untuk Indonesia sebagai tuan rumah dari kontes balap motor tertinggi tersebut.

Sirkuit sepanjang 4.31 kilometer dengan 17 tikungan ini tentunya akan menjadi primadona baru bagi sektor pariwisata di Indonesia. Dalam pembangunan jalan aspal Sirkuit Mandalika, Pertamina berperan aktif berkontribusi dengan menyuplai produk bitumen yang digunakan pada segmen service road sirkuit Mandalika dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah sekitar sirkuit tersebut. Proyek ini membutuhkan hotmix mencapai 50.000 MT dengan kebutuhan Aspalnya sendiri sekitar 3.250 MT

Jenis Produksi Aspal Pertamina

Pertamina memproduksi jenis Asphalt 60/70, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi negara Indonesia yang beriklim tropis. Selain itu, dengan kehandalan pengembangan riset perusahaan, Pertamina juga menyediakan jenis Asphalt Modifikasi sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Pertamina sebagai produsen utama aspal atau Bitumen di Indonesia dengan kapasitas produksi Bitumen Pertamina adalah 600.000 MT/tahun terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di Indonesia.